Minggu, 16 November 2008

TAUJIH 1: CIRI-CIRI ISTRI IDAMAN

1. SAMBUTANKU KETIKA SUAMIKU PULANG
- Kukenakan gaun yang paling indah.
- Kuajari anak-anak bagaimana menyambut kedatangan orang tua mereka.
- Aku menyambutnya dengan ucapan selamat dan kehangatan serta menyebarkan kerinduan.
- Aku menciumnya ketika masuk rumah.
- Kudampingi sampai ia duduk atau ganti pakaian.
- Kutanyakan perihalnya dan suasana kesehariannya.
- Kuhadirkan segelas air atau juice, bila terasa haus.
- Aku berusaha agar ia senantiasa mencium wangi tubuhku.

3. SAMBUTANKU PADA TAMU-TAMU SUAMIKU
- Aku sambut kedatangan mereka dengan senang.
- Tıdak mengeluh karena terlalu sering atau terlalu banyak jumlah mereka.
- Aku rnenyambutnya dengan ucapan selamat kehangatan serta menyebarkan kerinduan.
- Kusiapkan makanan dan minuman serta hal lain yang diperlukan.
- Kurapikan tempat duduk mereka.
- Aku berkenalan dengan istri-istri mereka dan menampakkan simpatiku kepada mereka.

4. SIKAPKU KETIKA SUAMIKU SEDANG MARAH
- Aku tidak boleh ikut marah dan membalas makiannya.
- Aku berusaha menenangkannya dan menahan emosiku betapapun aku dipihak yang benar.
- Aku berusaha membuka kembali persoalan itu dengan cara yang lembut dan menyenangkan setelah kemarahannya reda.
- Aku berusaha tidak tidur malam kecuali dengan keridhoannya.
- Aku berusaha mengingat-ingat hadits "Suamimu adalah surga dan nerakamu".

5. SIKAPKU KETIKA SUAMIKU SEDANG SAKIT
- Aku berusaha meringankan rasa sakitnya dengan cerita-cerita.
- Kududuk di sampingnya untuk me­layaninya.
- Kucium keningnya dari waktu ke waktu.
- Selalu kuulang di depannya ungkapan "Rumah tanpa Anda tidak berarti apa-apa" atau kata-kata indah lainnya.
- Aku selalu tersenyum untuknya.
- Aku selalu berdo'a untuk kesembuhannya.
- Aku selalu merıyebutkan di depannya karya-karya gemilang dan jasa-jasa baiknya.

6. SIKAPKU KETIKA SUAMIKU SEDANG TIDUR
- Kusiapkan kasur dan kuberi wewangian.
- Kuusahakan agar anak-anak cepat tidur.
- Sebelum tidur kuingatkan agar membaca ayat Kursi.
- Kuingatkan agar mengamalkan sunnah dengan membaca surat-surat perlindungan ( Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dan meniupkan anak ludah ke tangannya tiga kali sebelum tidur.
- Kukenakan gaun tidur yang terindah.
- Bercanda dengan suamiku dan tertawa bersama.
- Kuceritakan kisah-kisah yang mendidik.


7. PERSIAPANKU KETIKA SUAMIKU HENDAK BEPERGIAN
- Kuambilkan pakaiannya dan memasukkannya dengan rapi ke dalam kopornya.
- Barang-barang perlengkapannya kusemprot dengan minyak wangi.
- Kusisipkan surat cinta dalam kopor tanpa sepengetahuannya.
- Aku melepaskan dan kuungkapkan betapa sepinya hatiku saat kepergiannya.
- Kusiapkan makanan jika bepergiannya menggunakan mobil.

8. BEBERAPA SIKAPKU UNTUK MENARIK HATI KEDUA ORANG TUANYA TERUTAMA
- Aku membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah, terutama ketika ada pesta ibunya.
- Kupilih saat-saat yang tepat untuk memberikan hadiah kepadanya.
- Kuberikan makanan-makanan
kesukaannya sesering mungkin.
- Aku menghormati teman-temannya.
- Aku tidak mengatakan perkataan yang tidak disukainya.
- Kuceritakan kelebihan putranya, tanpa menyebutkan kekurangan-kekurang­annya.
- Aku mendorong suamiku untuk sering berkunjung dan berbuat baik kepada ibunya.
- Ketika mengunjunginya aku berusaha mengawasi anak-anakku dari dekat agar tidak mengganggunya.
- Pada saat tertentu aku minta suami untuk membelikan makan malam dan menyantap bersama di rumah ibunya.

9. SIKAPKU DALAM BERBAGAI KESEMPATAN

- Aku menghubunginya ketika terlambat pulang kerja dan menanyakan perihalnya.
- Kupuji barang-baraııg yang dibelikannya.
- Kumasakkan menu kesukaannya.
- Selalu kuubah tata ruang dari waktu ke waktu.
- Aku selalu memanggilnya "Wahai
kekasihku ........... Wahai penyejuk
mata hatiku..."
- Kuadakan perlombaan adu cepat duduk untuk siap sholat Subuh.
- Kuingatkan tugas-tugasnya diwaktu pagi.
- Aku ikut bersedih ketika ia bersedih
- aku selalu minta pendapatnya.
- Selalu kuberikan wewangian terutama di hari Jum'at.
- Aku harus rasional dalam menuntut apa saja dan selalu kuingat ungkapan "Wanita hanya menginginkan suaminya, maka jika suami telah dimilikinya ia menginginkan segalanya."
- Aku harus belajar cara memasak, hobi dan seni yang baru agar suamiku setiap hari, sela!u melihatku dalam suasana baru
- Menghidupkan pemahaman "Kami tidak akan berselisih dalam masalah keduniaan" sehingga kita tidak memperselisihkan masalah penamaan anak, perkakas atau jenis makanan, dan lainnya.
- Mengubah penampilan dari waktu ke waktu seperti memendekkan rambut dan yang lainnya jika suami menyukai hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.